Sabtu, 03 Mei 2014

Dialog - Bukan apa-apa.

B : Anggep aja aku siapa kamu, teman, sahabat, musuh, boneka, tempat sampah, apa saja. Yang penting kamu engga bosan sama aku.

A : Aku engga anggep kamu kok.

B : Yaudah, ga di anggep juga ngga apa-apa.

A : Tapi aku sayang sama kamu.

B : ....

A : Kamu itu bukan apa apa yang kamu tulis diatas tadi..

B : Terus aku dianggep sebagai apa?

A : Kamu itu refleksinya aku. Kaca aku. Jadi aku butuh kamu lebih dari sekedar yang kamu tulis tadi :)




Jumat, 11 April 2014

Berpindah.

Waktuku saat pertama kali menderita berjalan begitu lambat.
Seperti menanti dana uang turun dari atasan, ribet!
Dengan tawa aku menahan luka, pastinya.
Terlaluilah masa kritis pikiranku yang sudah koma hingga menunggu ajal tiba.
Ah, selalu ada keajaiban.
Bunga kembali bermekaran menghangatkan keadaan.
Membuatku tak merasa mati lagi.

Tertawa saja terus, pikirku selalu seperti itu.
Dengan tawa, asap, teman, lawan, binatang, ah semua menyenangkan!

Ini aku, yang selalu bercerita dengan tidak jelas adanya.
Setidaknya sudah sampai disini sekarang ceritaku.
Seperti menjalani hidup lama yang terbuka kembali.
Biasa saja.

Selamat datang bulan ke empat dari duabelas!
Tak terasa sudah sampai disini waktu kita.
Perpindahamu bagi mereka terasa begitu cepat, bukan?
Semoga kau membawa berkah bagi kami semua.
Bagi kami yang merasa hampir lupa akan waktu.




Cium :*



Minggu, 30 Maret 2014

Bunga.

Kamu, seperti bunga yang tumbuh di kebun itu.
Kebun luas dengan banyak bunga yang indah.
Tapi bentuk mu paling memikat.
Melihatmu saja aku sudah senang, senyumku melebar.
Ku petik tidak, ya? Tanyaku dalam hati.
Ah.. godaan ini terlalu menyiksa.
Kamu mekar dengan sempurna, membawa tawa di setiap orang yang melihatnya.
Aku berfikir ulang, buat apa aku memetikmu jika nantinya kamu kan layu?
Toh, aku tidak bisa merawat bunga dengan baik.
Waktu pun berlalu begitu lama, kamu semakin mempesona dengan warna yang mencorak.
Aku tidak akan memetikmu, karena itu akan menyakitimu. Dan akan membuat kebun menjadi sendu.
Sampai kapanpun warnamu akan selalu indah seperti ini, kan?
Sebagai bunga yang memikatku, di kebun luas dengan banyak bunga yang indah ini.
Dan sebagai bunga yang selalu membuatku tersenyum, aku akan menjagamu di kebun ini, di kebunku sendiri.

Jumat, 31 Januari 2014

Broke.

Broke=patah.

Dalam hitungan menit aku berpikir.
Tak satupun keberanian muncul saat itu.
Tanpa pemikiran yang terlalu berlebihan aku ucapkan kalimat yang sama sekali tak ingin aku ucapkan.
Sadarku hilang, akan pikirku.

Awan gelap akan membawa hujan turun.
Hatiku juga menjadi gelap seketika.
Dan hujan pun turun.

Aku dalam kebimbangan besar yang tak ingin kuputuskan, tapi telah aku katakan.
Ah....

Yang ada hanya sesal belaka, mencampuri rasa takut dan rasa derita.
Aku terus berdoa dalam tingkahku.

Saat ingin ku balikkan lagi ucapanku, semua telah percuma.
Banyak tuntutan yang berceceran dimataku, masuk perlahan ke otak lalu terpendam di hati.

Dan akhirnya akan ku benarkan mimpiku, dari mimpi buruk yang kucipta.
Kan ku bangun mimpiku, dengan patahan yang tertera.

Selamat pagi.